Perusahaan Transportasi Siapkan Amunisi Terbaik Untuk Meraup Keuntungan di Masa Libur Natal dan Tahun Baru

Bulan desember merupakan bulan dimana para pemilik perusahaan transportasi khususnya bus berlomba – lomba meraup keuntungan untuk menutup kekurangan dibulan sebelumnya. Dengan adanya momentum yang sangat di tunggu-tunggu yaitu liburan sekolah sekaligus perayaan Natal dan Tahun Baru. Dimana momentum tersebut banyak yang melakukan perjalanan liburan ataupun pulang kampung, meskipun tidak semua warga rantau pulang, paling tidak beberapa warga rantau bisa membantu memulihkan keadaan keuangan perusahaan. Cara untuk memulihkan keuangan yaitu dengan menaikkan harga tiket sesuai kelas dan fasilitas yang di tawarkan oleh perusahaan dan jarak tempuh armada. Kenaikan harga bervariatif mulai dari 20.000 – 100.000. Sistem kenaikan harga di kaji dan disesuaikan dengan kondisi tiap perusahaan dan melihat kompetitor. Kompetitor juga saling banting harga.

Perusahaan bus juga tidak main-main dalam menaikkan tarif tiket, selain untuk memulihkan juga untuk tabungan di bulan berikutnya, dan untuk menutup angsuran armada yang belum lunas dalam pembayaran di karoseri agar bisa membuka SPK (Surat Perintah Kerja) untuk pemesanan armada terbaru atau peremajaan armada yang sudah usia lanjut. Semakin ke sini, dengan adanya insfrastruktur yang sudah mulai rampung seperti jalan tol dan sudah terkoneksi antar suatu daerah, maka banyak yang menambah jam keberangkatan serta menambah titik keberangkatan dengan tujuan sama. Jam keberangkatan juga di tambah lebih banyak lagi. Mulai pagi – malam. Terkadang juga armada dipaksa untuk kerja lebih ekstra.

Bulan ini saja, sudah ada penambahan rute baru dan sudah soft launching di jalur Malang-Bogor dan menjadi perusahaan bus ke-20 sesuai daftar yang ada dan mulai jalan regular di bulan ini juga. Dengan adanya pembukaan atau penambahan jalur ini, kompetitor juga makin ketat. Pemain lama pun tidak luput dari sorotan para pelanggan. Terkadang customer juga ingin suasana baru, jika itu memungkinkan juga bisa pindah Haluan ke yang baru.

Pergeseran secara perlahan di tempat kekuasaan sebagai pemain lama juga menjadi hal yang sangat dirasakan dan sebagai bahan evaluasi untuk kenaikan tarif harga tiket. Banyaknya pemain baru yang masuk di wilayah kekuasaan salah satu perusahaan, dengan penawaran terbaik dan pelayanan yang bagus, menjadi perbincangan hangat dikalangan penggemar bus. Terakhir, NATARU sebagai momentum berharga dan sebagai waktu untuk membenahi serta sebagai gambaran kedepannya dengan bertahan atau akan menurun. Jika ini tidak bisa memanfaatkan dengan semaksimal dan sebaik mungkin, akan mencuat kabar yang kurang baik. Semangat untuk yang lagi bekerja dan pemilik perusahaan. Semoga hasil terbaik dan sesuai harapan.

Penulis: Moh. Dhofir Jenny Al Fahmi, M.H.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *