Menata Niat, Menggerakkan Umat:Resolusi Tahun Baru Bersama Ekonomi Syariah

Tahun baru bukan sekadar penanda berakhirnya satu kalender dan dimulainya yang baru. Tahun baru adalah momen penting untuk melakukan refleksi, mengevaluasi diri, serta menyusun kembali arah perjuangan ke depan. Dalam konteks ekonomi syariah, tahun baru merupakan kesempatan emas untuk menata niat dan menggerakkan kembali potensi umat agar lebih mandiri, adil, dan berkah secara ekonomi. Ekonomi syariah pada hakikatnya bukan sekadar sistem transaksi bebas riba atau halal-haram semata.

Ekonomi syarih adalah sistem yang berakar pada nilai-nilai spiritual Islam, dengan tujuan mewujudkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan. Maka dari itu, mengawali tahun 2026, penting bagi kita semua akademisi, praktisi, pelaku usaha, maupun masyarakat umum untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai bagian dari resolusi pribadi maupun kolektif. Menata niat menjadi langkah awal yang penting. Dalam ekonomi syariah, setiap aktivitas ekonomi tidak hanya dinilai dari sisi materi, tetapi juga dari niat dan tujuan.

Apakah niat kita semata untuk mengejar keuntungan, ataukah untuk menghadirkan maslahat, membantu sesama, dan menciptakan keberkahan? Niat yang benar akan melahirkan perilaku ekonomi yang jujur, amanah, dan penuh tanggung jawab sosial. Langkah berikutnya adalah menggerakkan umat. Tahun baru adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan, lembaga keuangan syariah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis syariah. Literasi keuangan syariah harus terus diperluas, khususnya di tingkat akar rumput. Banyak masyarakat desa yang belum memahami manfaat dari sistem syariah, padahal potensi pengembangan UMKM dan koperasi syariah sangat besar. Kita juga perlu mendorong pemanfaatan instrumen-instrumen ekonomi syariah seperti zakat produktif, wakaf tunai, dan pembiayaan mikro syariah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi umat yang berkelanjutan. Tahun 2026 harus menjadi momentum untuk mengubah sistem ekonomi yang eksploitatif menjadi sistem yang transformatif dan inklusif.

Dengan niat yang lurus dan aksi yang nyata, ekonomi syariah dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun bangsa. Mari kita jadikan tahun baru ini sebagai awal dari gerakan kolektif menuju tatanan ekonomi yang lebih adil, beradab, dan penuh berkah. Semoga tahun 2026 menjadi tonggak kebangkitan ekonomi syariah yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberi manfaat yang luas bagi seluruh umat.

Penulis: Izzatul Ilmiyah, S.E., M.E.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *