Beberapa bulan terakhir, banyak issue yang beredar bahwa para pengusaha otobus sedang melebarkan sayapnya dan menjajal jalur baru serta ada yang menonaktifkan trayek tersebut. Entah bagaimana proses survey dan pengkajian jalur trayek. Jakarta Yogyakarta menjadi idola baru para pengusaha bus serta ada pemain lama yang mencoba jalur basah di wilayah jawa timur menuju jawa tengah.
Semakin ketat persaingan dunia perbisan saat ini, para pengusaha yang awalnya Cuma melayani wisata, kini juga mulai beralih ke AKAP dengan banyak pertimbangan serta melihat referensi dari pendahulu. Pengusaha bus yang baru bergabung ke AKAP merupakan suatu tantangan baru, pemberi warna baru, dan ada maksud lain untuk misi pelebaran rute. Ada yang memepet rival nya ada yang berusaha merebut daerah kekuasaan perusahaan lain.
Contoh perusahaan yang sudah besar dan memiliki trayek banyak di jawa timur dan jawa tengah adalah garuda mas. Saat ini membuka trayek via bangilan tuban yang notabene di kuasai pemain muria raya dan jalur cepat menuju pantura. Rute di berbagai titik keberangkatan juga di rubah demi mendulang cuan yang lebih banyak lagi. PO. KJ juga mengikuti jejak PO. BJ ke Sragen yang notabene di kuasai bus pendatang dan PO 27 Trans sudah mengoffkan trayek tersebut. Pesaing dan harga menjadi penentu, serta penumpang yang naik. Kadang hanya untuk mencoba yang baru.

Wilayah yang di masuki bus bus baru merupakan jejak peninggalan pendahulu yang sudah purna tugas atau sudah waktunya istirahat dan bisa saja kalah saing dengan armada yang terbaru. Pengelolaan dalam manajemen operasional juga diperlukan agar berjalan dengan baik sesuai harapan. Penumpang sangat mengapresiasi jika pelayanan baik.
Terkadang di daerah yang notabene banyak pekerja yang merantau, latar belakang daerah tersebut bisa dikatakan turun temurun dan mengalami fase yang berkembang. Ahli bangunan dan tukang batu yang sering meramaikan angkutan bus serta perantau yang mencoba peruntungan di kota besar.
Semoga dengan adanya gebrakan gebrakan ini, diharapakan para penumpang bisa lebih aktif dan bisa memilih bus yang menjadi favorit serta bisa menjadi kenyamanan mereka. Dan bagi pengusaha lebih banyak gebrakan gebrakan dan layanan terbarukan
Penulis: Moh. Dhofir Jenny Al Fahmi, M.H.
