Investasi identik dengan penanaman modal atau uang pada suatu perusahaan untuk mendapatkan royalti atau keuntungan. Namun praktiknya pada era digitalisasi sekarang ini, pendidikan bukan sekedar tentang uang melainkan wawasan, pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan pendidikan. Adakalanya seseorang yang beruang, namun tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan, tidak dapat menikmati asyiknya belajar di bangku sekolahan. Hal tersebut sangat tidak menguntungkan Bukan?
Investasi sangat erat sekali kaitnya dengan harta, jika memiliki banyak harga namun tanpa disertai dengan ilmu yang mumpuni, lantas tak mampu mengolah, sehingga menyebabkan timbulnya masalah. Tidak hanya harta yang dapat diwariskan, sedangkan ilmu atau ilmu pun dapat diamalkan. Jika harta yang ditinggalkan yaitu berupa warisan akan menjadi rebutan. Namun jika ilmu yang diwariskan pasti akan memberi manfaat bagi banyak orang, dan tak lekang dimakan zaman.
Apalah arti jika hanya berbekal ilmu tanpa dilandasi oleh iman, pengetahuan ilmu agama yang mendalam, Akhlakul Karimah, dan tujuan dari semua itu adalah untuk mendapatkan keberkahan dalam hidup, ketentraman hati, agar jiwa tidak menjadi gersang. Dan setelah kembali ke hadapan sang pencipta dapat mempertanggung jawabkan atas segala amanah yang kita emban. Tiada lagi ada penyesalan di kemudian. Karena sejatinya investasi berupa warisan yang patut kita perjuangkan adalah Al-Qur’an (keimanan), pendidikan (ilmu/pengetahuan), dan akhlaq yang mulia. Itulah investasi yang tidak pernah merugikan dan sangat bernilai.
Penulis: Umi Rossy Mardhiyah, M.Pd.
