Demi Memenuhi Kebutuhan Penumpang Arus Balik, Pengusaha Transportasi Menambah Amunisi Armada

Momentum Idul Fitri sangat di tunggu oleh para perantau untuk mudik dan bertemu sanak keluarga. Pada tahun ini, merupakan mudik dan balik yang sangat padat dan penanganan serta persiapannya kurang maksimal, kondisi jalan arah Jakarta baik di ruas tol trans jawa maupun di jalur pantura padat mengakibatkan keterlambatan kedatangan armada di tempat tujuan. Ada penumpang salah satu armada yang sampai ketinggalan pesawat di karenakan arus lalu lintas tersendat. Karena Ketika itu tidak di berlakukan contra flow. Para agen tiket juga kualahan dalam melayani pelanggan di karenakan keterlambatan kedatangan armada dari Jakarta. Harga tiket juga Ketika itu masih tarif tuslah juga serta banyak yang kehabisan tiket.

            Dengan adanya kesempatan membuka bus tambahan serta para pengusaha bus memiliki jumlah armada yang lebih serta fit keadaannya, maka di buka lah kelas tambahan serta ada agen yang berinisitif membuka tambahan sendiri dan minta bantuan agen lain untuk mengisi. Bus tersebut menggunakan armada pariwisata dengan berbagai fasilitas, mulai ada yang toilet maupun non toilet serta servis makan.

            Di tengah banyaknya yang memberikan tambahan armada, ada juga yang mulai bergabung di jalur regular menuju Denpasar, yang dianggap lahan basah baru untuk mendulang keuntungan serta eksistensi di jalur panas purwodadi. Dengan hadirnya po baru tersebut menambah warna jalur purwodadi yang notabene pekerja bangunan. Perang fasilitas akan tersaji di jalur ini. Puwodadi banyak armada pariwisata yang di sulap menjadi semi reguler. Selain mengarah ke Jakarta, kemacetan juga terjadi di Penyebrangan arah bali dan sebaliknya yang mengakibatkan kepadatan dan penundaan penyebrangan. Selain itu juga menjadi factor kedatangan dan keberangkatan di titik pemberangkatan. Semoga kedepannya tidak terjadi seperti sekarang karena sangat berpengaruh pada perputaran ekonomi dan waktu tunggu penumpang yang tidak kondusif, ada yang sampai tengah malam baru berangkat.

Penulis: Moh. Dhofir Jenny Al Fahmi, M.H.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *