KELANGKAAN TABUNG ELPIJI 3 KG SEBAGAI TANTANGAN KEADILAN EKONOMI SYARIAH

Kelangkaan tabung elpiji yang mulai dirasakan sejak bulan Ramadhan, berlanjut pada Hari Raya Idul Fitri, hingga saat ini yang masih belum stabil, menjadi persoalan yang meresahkan masyarakat. Peningkatan kebutuhan selama Ramadhan dan Lebaran, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun pelaku usaha kecil, tidak selalu diimbangi dengan distribusi yang memadai. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang serta harga yang cenderung tidak stabil di tingkat masyarakat.

Di beberapa wilayah, harga elpiji 3 kg yang sebelumnya berkisar sekitar Rp20.000 per tabung, mengalami kenaikan signifikan ketika terjadi kelangkaan, bahkan mencapai Rp30.000 hingga Rp40.000. Kenaikan harga ini tentu memberatkan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah yang sangat bergantung pada elpiji bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam perspektif ekonomi syariah, kondisi tersebut tidak hanya dipandang sebagai fenomena pasar, tetapi juga berkaitan dengan prinsip keadilan dalam distribusi. Ekonomi syariah menekankan bahwa setiap individu memiliki hak yang sama untuk memperoleh kebutuhan pokok secara layak. Ketika harga melonjak akibat kelangkaan, hal ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan distribusi yang perlu segera diperbaiki agar tidak menimbulkan kesenjangan di tengah masyarakat. Selain faktor meningkatnya permintaan, kelangkaan elpiji juga berpotensi dipengaruhi oleh praktik yang tidak sesuai dengan nilai syariah, seperti penimbunan barang atau ihtikar. Praktik ini dilarang karena dapat merugikan masyarakat luas dan menciptakan ketidakadilan.

Dalam Islam, aktivitas ekonomi harus dilandasi kejujuran, tanggung jawab, serta tidak mengambil keuntungan di atas kesulitan orang lain. Peran pemerintah menjadi sangat penting dalam menjaga stabilitas distribusi, terutama pada momentum Ramadhan, Lebaran, hingga pasca hari raya. Pengawasan yang ketat serta kebijakan yang responsif diperlukan agar pasokan tetap terjaga dan harga tetap stabil. Selain itu, koordinasi antar pihak terkait juga perlu diperkuat agar distribusi berjalan lebih efektif.

Kelangkaan elpiji yang terjadi dalam waktu cukup panjang menunjukkan bahwa perbaikan sistem distribusi merupakan hal yang mendesak. Diperlukan langkah konkret untuk memastikan akses yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Penerapan nilai keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab menjadi kunci dalam menciptakan sistem ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Penulis: Izzatul Ilmiyah, S.E, M.E.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *